Profile

Join date: Jun 10, 2022

About

Sebelum Menyerahkan Diri, Dalang Sandiwara Tabrakan dan Tenggelam di Kalimalang Kerap Berpindah-pindah


Setelah Eshaada Wahyu Suhaada (35), salah satu dari empat aktor rekayasa sepeda motor dalam inspeksi Kalimalang, Jalan Hegarmukti, Desa Muspika Sari, Cikarang Pusat, Bekasi Regnce. Wahyu, penulis intelektual di balik panggung kasus rekayasa tabrakan antara sepeda motor dan mobil peramal, akhirnya menyerah kepada polisi setelah buron sejak Sabtu (4/6/2022). Komisaris Metro Bekasi, Gidion Arif Styyawan, mengatakan kepada Kompas.com bahwa Wahyu secara resmi menyerahkan kepada polisi pada hari Kamis (6/6/2022). BACA JUGA: Akhir dari situs kecelakaan di Bekasi, berpura -pura tenggelam ke Kalimalang untuk klaim asuransi RP 3 miliar "Ya, itu telah diberikan dan sedang diperiksa di polisi sektor Cikarang di 16,00 WIB sebelumnya", kata Gidion " , "kata Gidion," SLOT TERGACOR kata Gidion Kamis. Seringkali, bergerak selama buron Gidion mengatakan bahwa wahyu selalu menggerakkan tempat persembunyian selama pelarian mereka. Dia melarikan diri dari satu tempat ke tempat lain. "Ya, ponsel (bergerak), dia. Tapi kemudian kita akan memeriksanya lagi," lanjut Gidion. Meski begitu, Gidion belum dapat menentukan bagaimana Wahyu melarikan diri dan di mana saja pada waktu itu. "Dipertanyakan. Tolong, izinkan saya ditinjau terlebih dahulu, ya," Gidion menyimpulkan. Permainan palsu untuk klaim asuransi IDR 3 miliar


Wahyu Herada bersama dengan tiga rekannya, yaitu Abdul Mulki (37), Denna Surya (25) dan Asep Riak (35), bermain seolah -olah mereka mengalami kecelakaan lalu lintas.


Permainan kecelakaan diselenggarakan sedemikian rupa sehingga memperoleh 3 miliar RP sebagai klaim asuransi jiwa.


Wahyu, yang merupakan otak di balik insiden palsu, menyusun panggung jika dia ditabrak mobil keberuntungan saat bepergian dengan sepeda motor dan kalah dari arus di Sungai Kalimalang.

SLOT ANTI RUNGKAT


Permainannya di awal adalah tanpa masalah. Mulki, yang berkerumun di Wahyu pada waktu itu, melemparkan dirinya ke Sungai Kalimalang, sementara Wahyu, pindah dari sepeda motor dan melarikan diri dengan mobil.


Dua saksi dan tersangka lainnya berbagi peran mereka. Mereka memberi tahu polisi. Laporan mereka diterima. Polisi bersama dengan pesta bersama dan sukarelawan lainnya tenggelam dalam mencari kiamat.


Kecurigaan polisi


Setelah menerima laporan dan tidak pernah menemukan tubuh Wahyu, perasaan kecurigaan laporan saksi muncul.


Polisi mengeksplorasi pernyataan mereka dan menemukan fakta bahwa insiden Laka yang melaporkan adalah peristiwa fiksi dan esai mereka sendiri.


"Menurut hasil penyelidikan, baik secara SLOT DEPOSIT PULSA ilmiah maupun di lapangan, polisi menyimpulkan bahwa insiden kemarin adalah insiden yang diproduksi dan diprakarsai oleh Wahyu," kata Gidion.


Baca Juga: BPBD Bekasi Kekecewaan Mencari pria tenggelam di Kalimalang, tampaknya hanya rekayasa untuk uang asuransi


Dia juga mengkonfirmasi bahwa Wahyu, dicari oleh tim gabungan karena dia dinyatakan diseret oleh saksi, masih hidup.


FORZA88

"Sampai hari Minggu, 5 Juni, Wahyu masih hidup dan berada di satu tempat, tidak tertangkap di mana itu," lanjut Gidion.


Kekecewaan peralatan pencarian bersama


Sementara itu, Badan Manajemen Bencana Regional Bekasi (BPBD) kecewa dengan perilaku para pelaku pencipta laporan palsu di Sungai Kalimalang.


Kepala Pencegahan dan Persiapan Bekasi BPBD Muhammad bahkan mengatakan bahwa pelaku adalah orang -orang yang tidak sadar.


"Dia sangat disayangkan dan mengecewakan bagi kami. Saya menganggap bahwa dia tidak memiliki hati nurani, dan bekerja di polisi, Basarnas, komunitas sukarela yang melakukan berhari -hari untuk mencari berhari -hari," katanya.


Ini mengungkapkan, serangkaian bagian yang mencari keberadaan Wahyu, bahkan mencari hingga 7 kilometer dengan 10 kapal yang dikerahkan.


Selain itu, petugas gabungan bahkan mengerahkan 50 personel untuk menemukan keberadaan Wahyu, yang ternyata menjadi tersangka dan penulis intelektual di balik laporan Palsu.


Forza88 | Berita Teraktual | Ter-viral

More actions